Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the health-check domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u1806477/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Sejarah Batik: Warisan Budaya Indonesia - UPT SMA NEGERI 7 WAJO
Info Sekolah
Monday, 27 Apr 2026
  • SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI UPT SMA NEGERI 7 WAJO | TAHUN PELAJARAN 2024-2025

Sejarah Batik: Warisan Budaya Indonesia

Diterbitkan : - Kategori : Gerakan Guru Penggerak Smanet Wajo

Sejarah Batik: Warisan Budaya Indonesia

 

Selamat pagi, Bapak/Ibu guru, serta teman-teman yang saya cintai. Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya membacakan sejarah singkat tentang batik, warisan budaya yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia.

Batik adalah seni menghias kain dengan menggunakan lilin dan pewarna alami yang telah ada sejak zaman kerajaan di Nusantara. Jejak batik di Indonesia dapat ditelusuri hingga masa kerajaan Majapahit dan Mataram. Pada masa itu, batik sering digunakan oleh kalangan bangsawan, keluarga kerajaan, dan kaum ningrat1.

Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas batik yang berbeda. Misalnya, batik Yogyakarta dan Solo cenderung menggunakan warna gelap dengan motif yang rumit dan penuh simbolisme. Sementara itu, batik pesisir seperti Pekalongan menggunakan warna cerah dan motif yang lebih bebas1.

Perjalanan batik menuju pengakuan dunia tidaklah mudah. Pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO secara resmi menetapkan batik sebagai “Warisan Budaya Tak Benda” dalam sidang keempat Komite Antar-Pemerintah yang diselenggarakan di Abu Dhabi1. Sejak saat itu, tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 20091.

Hari ini, kita memperingati Hari Batik Nasional dengan penuh kebanggaan. Mari kita terus lestarikan dan cintai warisan budaya kita ini. Terima kasih.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar