health-check domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u1806477/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131Sebagai bagian dari kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), siswa kelas X UPT SMA Negeri 7 Wajo terlibat dalam permainan tradisional lompat bambu. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda serta memperkuat rasa kebersamaan dan kerja sama di antara siswa.
Lompat bambu adalah permainan yang menggunakan dua batang bambu panjang yang dipegang oleh dua pemain di kedua ujungnya, kemudian digerakkan dengan pola tertentu. Pemain lainnya harus melompat masuk dan keluar di antara bambu tersebut sesuai irama, tanpa terjepit oleh gerakan bambu yang terus dibuka dan ditutup. Permainan ini membutuhkan kelincahan, kecepatan, dan konsentrasi yang baik, sehingga mengundang antusiasme dan keceriaan dari para siswa yang mencoba melompat dengan tepat.
Suasana semakin meriah saat para siswa saling memberi semangat dan tertawa bersama ketika ada teman yang terjepit atau berhasil melompat dengan sempurna. Para guru yang mendampingi pun merasa bangga melihat semangat siswa dalam mengikuti permainan ini. Selain menambah keceriaan, lompat bambu mengajarkan siswa tentang ketangkasan, kesabaran, dan kerja sama tim yang solid.
Melalui kegiatan P5 ini, sekolah berharap para siswa dapat memahami pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lokal, serta mengenal permainan-permainan tradisional yang kaya akan nilai-nilai kebersamaan. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan P5, yaitu membentuk pelajar Pancasila yang berkarakter, bekerja sama, serta menghargai keberagaman budaya.
Dengan kegiatan lompat bambu ini, siswa kelas X UPT SMA Negeri 7 Wajo tidak hanya bermain, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal dan mengembangkan keterampilan sosial serta fisik mereka, menjadikan hari itu penuh makna dan keceriaan.

Beri Komentar