security-malware-firewall domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u1806477/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131health-check domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u1806477/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131Latihan Tari Pattennung dan Tari Paduppa: Persembahan Terakhir Angkatan Pertama Sanggar Seni Cendana
Sanggar Seni Cenda, sebuah organisasi yang berdedikasi pada pelestarian seni dan budaya lokal, akan menggelar persembahan terakhir dari angkatan pertamanya. Dua tarian yang akan ditampilkan adalah Tari Pattennung dan Tari Paduppa, yang masing-masing memiliki makna dan keindahan tersendiri dalam budaya Bugis-Makassar.
Tari Pattennung
Tari Pattennung adalah tarian tradisional suku Bugis yang menggambarkan aktivitas menenun benang menjadi kain. Nama “Pattennung” sendiri berasal dari kata dalam bahasa Bugis yang berarti “orang yang menenun”1. Tarian ini diciptakan oleh Andi Siti Nurhani Sapada pada tahun 1962 dan biasanya ditampilkan oleh enam penari atau dalam jumlah genap1. Gerakan dalam tari ini mencerminkan kesabaran, ketekunan, dan ketelitian yang diperlukan dalam proses menenun1.
Tari Paduppa
Tari Paduppa adalah tarian penyambutan tamu khas suku Bugis-Makassar. Tarian ini biasanya dibawakan oleh perempuan yang mengenakan baju bodo, pakaian tradisional Bugis2. Gerakan menabur beras dalam tari ini melambangkan penghormatan kepada tamu dan dipercaya sebagai penolak bala3. Tari Paduppa tidak hanya ditampilkan dalam acara adat dan perkawinan, tetapi juga dalam berbagai acara lainnya sebagai simbol kearifan lokal2.
Latihan dan Persiapan
Latihan untuk kedua tarian ini dilakukan dengan penuh dedikasi oleh para anggota Sanggar Seni Cenda. Setiap gerakan dipelajari dengan teliti untuk memastikan bahwa esensi dan keindahan dari masing-masing tarian dapat tersampaikan dengan baik. Latihan ini juga menjadi momen penting bagi para anggota untuk memperkuat ikatan dan kerja sama tim.
Makna Persembahan Terakhir
Persembahan terakhir ini bukan hanya sekadar penampilan seni, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi kepada angkatan pertama Sanggar Seni Cenda. Mereka telah berkontribusi besar dalam melestarikan dan mempromosikan seni dan budaya lokal. Melalui Tari Pattennung dan Tari Paduppa, mereka berharap dapat meninggalkan warisan yang berharga bagi generasi berikutnya.
Penutup
Dengan latihan yang intensif dan semangat yang tinggi, persembahan terakhir dari angkatan pertama Sanggar Seni Cenda diharapkan dapat menjadi momen yang tak terlupakan. Tari Pattennung dan Tari Paduppa akan menjadi saksi bisu dari dedikasi dan cinta mereka terhadap seni dan budaya Bugis-Makassar.

Beri Komentar