health-check domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u1806477/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
SMA Negeri 7 Wajo memiliki tradisi yang unik dan penuh makna, di mana setiap harinya, setelah melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah, siswa-siswi diberi kesempatan untuk menyampaikan kultum singkat (kuliah tujuh menit). Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang penguatan keimanan dan spiritualitas bagi para siswa, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan melatih keberanian berbicara di depan umum.
Kegiatan kultum singkat ini memiliki beberapa tujuan utama yang sangat bermanfaat bagi siswa, di antaranya:
1. Penguatan Keimanan dan Akhlak
Dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pesan-pesan Islami, diharapkan mereka dapat memperdalam pemahaman agama, memupuk nilai-nilai keislaman, dan mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kultum, siswa juga diingatkan tentang pentingnya ibadah dan akhlak mulia.
2. Pelatihan Public Speaking
Berbicara di depan banyak orang adalah salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap individu. Melalui kultum singkat ini, siswa dilatih untuk berani tampil di depan teman-temannya, menyampaikan pesan dengan jelas, dan mengasah kemampuan komunikasi mereka. Ini menjadi bekal penting bagi mereka, baik dalam dunia pendidikan maupun kehidupan setelah sekolah.
3. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Kegiatan kultum memberikan kesempatan bagi siswa-siswi untuk menunjukkan kemampuan dan pengetahuan mereka dalam menyampaikan gagasan. Ini membantu meningkatkan rasa percaya diri mereka, terutama dalam hal berbicara di depan umum. Selain itu, mereka juga belajar untuk menyusun dan menyampaikan materi yang bermakna dalam waktu singkat.
4. Menumbuhkan Rasa Kepedulian Sosial dan Moral
Kultum yang disampaikan biasanya berisi pesan-pesan moral, motivasi, dan ajakan untuk melakukan kebaikan. Dengan begitu, siswa-siswi SMA Negeri 7 Wajo tidak hanya dibimbing dalam aspek akademik, tetapi juga didorong untuk lebih peka terhadap nilai-nilai sosial dan moral yang berlaku di masyarakat.
Setelah sholat Dzuhur berjamaah di musala sekolah, salah satu siswa atau siswi yang telah ditunjuk sebelumnya akan menyampaikan kultum singkat di hadapan seluruh jamaah, yang terdiri dari siswa, guru, serta staf sekolah. Biasanya, materi kultum berkisar pada tema-tema keagamaan, seperti akhlak, pentingnya menjaga sholat, menghormati orang tua, atau pesan-pesan motivasi Islami.
Para siswa diberikan kebebasan untuk memilih topik yang mereka sukai, dengan bimbingan dari guru agama Islam untuk memastikan bahwa materi yang disampaikan relevan dan sesuai dengan ajaran Islam. Setiap siswa juga diajarkan untuk mengemas materi kultum dalam durasi yang singkat namun padat, sehingga pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh audiens.
Tradisi kultum singkat ini membawa banyak dampak positif bagi lingkungan sekolah, antara lain:
Melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah setiap hari adalah cara yang efektif untuk membiasakan siswa beribadah tepat waktu dan secara konsisten. Hal ini menjadi pondasi penting dalam menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab dalam beribadah.
Kegiatan ini juga mempererat hubungan antara siswa karena mereka saling mendukung dan menghargai satu sama lain. Setiap siswa yang menyampaikan kultum mendapat apresiasi dari teman-temannya, sehingga tercipta suasana saling menghormati dan belajar bersama.
Selain pengetahuan akademik, SMA Negeri 7 Wajo juga berfokus pada pengembangan karakter siswa. Dengan adanya kegiatan kultum, siswa lebih terlatih untuk berpikir kritis dalam mencari solusi atas masalah sosial atau moral, serta lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
Tradisi kultum singkat yang dilakukan siswa-siswi SMA Negeri 7 Wajo setelah sholat Dzuhur adalah kegiatan yang sarat manfaat. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat iman dan spiritualitas siswa, tetapi juga membantu mengasah keterampilan komunikasi dan keberanian mereka dalam berbicara di depan umum. Dengan tradisi ini, sekolah tidak hanya membentuk generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dan siap menghadapi tantangan hidup dengan nilai-nilai keislaman yang kuat.

Beri Komentar