health-check domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u1806477/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131Pada hari Jumat, 7 Maret 2025 siswa/i di UPT SMA Negeri 7 Wajo dalam rangka bulan Ramadhan melaksanakan kegiatan mengaji. Mereka membaca Al - Qur'an bukan hanya di kelas saja tetapi juga di taman sekolah saat memiliki waktu yang senggang . Kegiatan ini lakukan dilakukan dengan penuh semangat sebagai bentuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat. dengan susasana yang khusyuk dan penuh kebersamaan, diharapkan kebiasaan membaca Al-Qur'an ini terus berlanjut bahkan setelah bulan Ramadhan berakhir .
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, serta pembeda (antara yang benar dan yang batil).”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Karena itu, membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan memiliki keutamaan besar karena bertepatan dengan bulan diturunkannya kitab suci ini.
Setiap huruf dalam Al-Qur’an memiliki pahala yang sangat besar, dan di bulan Ramadan, pahala tersebut akan dilipatgandakan lebih banyak lagi.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan ‘Alif Lam Mim’ itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.”
(HR. Tirmidzi, no. 2910, dishahihkan oleh Al-Albani)
Dalam bulan Ramadan, segala amal kebaikan akan diganjar berkali lipat. Maka membaca Al-Qur’an menjadi salah satu amalan yang paling utama.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi para pembacanya.”
(HR. Muslim, no. 804)
Bagi mereka yang rajin membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, kitab suci ini akan menjadi pembela di akhirat dan memberikan pertolongan kepada pembacanya.
Membaca dan menghafalkan Al-Qur’an menjadikan seseorang berada dalam kedekatan dengan Allah SWT. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia.” Para sahabat bertanya, ‘Siapakah mereka, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Mereka adalah ahlul Qur’an (orang-orang yang membaca dan mengamalkan Al-Qur’an), mereka adalah keluarga Allah dan hamba pilihan-Nya.'”
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al-Albani)
Maka, memperbanyak tilawah di bulan Ramadan akan membawa kita lebih dekat dengan Allah SWT.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ memperbanyak bacaan Al-Qur’an di bulan Ramadan, bahkan Malaikat Jibril turun setiap malam untuk mendengarkan bacaan Rasulullah:
“Jibril datang kepada Nabi ﷺ setiap malam di bulan Ramadan, lalu beliau saling membacakan Al-Qur’an dengan Jibril.”
(HR. Bukhari, no. 3220; Muslim, no. 2308)
Ini menjadi dalil kuat untuk meningkatkan bacaan Al-Qur’an selama Ramadan sebagai bentuk meneladani sunnah Rasulullah ﷺ.
Allah SWT berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
Banyak orang yang merasakan ketenangan dan kebahagiaan setelah membaca Al-Qur’an. Ini adalah salah satu keistimewaan dari firman Allah yang penuh keberkahan.
Membaca, menghafalkan, dan mengajarkan Al-Qur’an tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bisa menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun kita telah meninggal dunia. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim, no. 1631)
Mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an termasuk dalam “ilmu yang bermanfaat”, sehingga pahalanya akan terus mengalir meskipun kita telah tiada.Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan bukan hanya sekadar aktivitas ibadah, tetapi juga bentuk refleksi dan pendekatan diri kepada Allah SWT. Dengan keutamaan yang begitu besar, hendaknya kita menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an, tidak hanya membacanya tetapi juga memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari, no. 5027)
Semoga Allah SWT memberikan kita kesempatan untuk mengisi Ramadan dengan tilawah yang berkualitas dan menjadikan kita sebagai Ahlul Qur’an, orang-orang yang mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an. Aamiin.
editor : AS

Beri Komentar