health-check domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u1806477/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131Wajo, Rabu, 12 Maret 2025 – Kegiatan Program Ramadhan Mengaji (PRM) di UPT SMA Negeri 7 Wajo memasuki hari kelima dengan materi yang sangat penting dan aplikatif, yaitu Praktik Tata Cara Mengafani Jenazah Lelaki. Bertempat di Masjid Jabal Ilmi, kegiatan ini diikuti oleh para siswi dari kelas X dan XI yang dengan penuh antusias mempelajari langkah-langkah pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.
Pembelajaran Fardu Kifayah: Bekal Kehidupan Bermasyarakat
Mengurus jenazah merupakan fardu kifayah, yakni kewajiban kolektif yang harus dikuasai oleh umat Islam. Jika sudah ada yang menjalankannya, maka kewajiban itu gugur bagi yang lain. Namun, jika tidak ada yang melaksanakannya, seluruh umat Islam di suatu wilayah akan menanggung dosa. Oleh karena itu, pemahaman tentang tata cara mengafani jenazah sangat penting untuk diajarkan, terutama bagi generasi muda.
Melalui kegiatan ini, para siswi diberikan wawasan mendalam tentang tata cara pengurusan jenazah lelaki, dari persiapan hingga pengafanan, agar mereka dapat menerapkan ilmu ini dalam kehidupan bermasyarakat.
Langkah-Langkah Mengafani Jenazah Lelaki
Kegiatan dimulai dengan pemaparan teori oleh guru agama dan ustazah yang telah berpengalaman dalam bidang fiqih jenazah. Setelah itu, siswi diajak untuk melakukan praktik langsung menggunakan peraga sebagai simulasi jenazah. Berikut langkah-langkah yang diajarkan:
1. Menyiapkan Kain Kafan
Jenazah lelaki dikafani dengan tiga lapis kain putih tanpa baju atau celana.
Kain kafan dipotong sesuai ukuran tubuh jenazah dan disusun secara berlapis.
2. Meletakkan Jenazah di Atas Kain Kafan
Jenazah (dalam praktik ini menggunakan peraga) diletakkan di atas kain kafan dengan posisi lurus.
Bagian kepala berada di arah utara atau kanan kiblat jika dalam kondisi nyata.
3. Membungkus Jenazah dengan Kain Kafan
Kain kafan bagian bawah dilipat ke atas menutupi kaki hingga dada.
Lapis kedua dan ketiga dilipat dengan cara yang sama.
Bagian kepala dan kaki diikat dengan tali kafan untuk menjaga agar kain tetap rapi.
Ikatan dibuat di beberapa titik, biasanya di kepala, dada, dan kaki.
4. Menjaga Kehormatan Jenazah
Pastikan aurat jenazah tetap tertutup selama proses pengafanan.
Gunakan wangi-wangian non-alkohol sesuai sunnah, seperti kapur barus.
Pastikan kain kafan menutupi seluruh tubuh dengan baik dan tidak terlalu ketat.
Antusiasme Siswi dalam Mengikuti Kegiatan
Para siswi menunjukkan minat yang tinggi dalam praktik ini. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mencoba langsung cara melipat, mengikat, dan menyusun kain kafan dengan benar. Banyak di antara mereka yang baru pertama kali melihat langsung proses ini dan merasa bahwa ilmu ini sangat penting untuk dipahami.
Salah satu peserta, Siti Aisyah, siswi kelas XI, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang sangat berharga. “Saya tidak pernah membayangkan bagaimana cara mengafani jenazah sebelumnya. Dengan praktik ini, saya jadi tahu betapa pentingnya ilmu ini dan bagaimana kita sebagai Muslim harus siap membantu keluarga atau masyarakat jika dibutuhkan,” ujarnya.
Kesimpulan dan Harapan
Praktik Tata Cara Mengafani Jenazah Lelaki dalam Program Ramadhan Mengaji di UPT SMA Negeri 7 Wajo memberikan wawasan baru bagi para siswi tentang pentingnya fardu kifayah. Sekolah berharap bahwa kegiatan ini dapat terus dilakukan di tahun-tahun mendatang sebagai bagian dari pembelajaran keislaman yang aplikatif dan bermanfaat bagi peserta didik.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswi tidak hanya mendapatkan ilmu keagamaan, tetapi juga kesadaran akan pentingnya peran mereka dalam masyarakat, terutama dalam menjalankan kewajiban sebagai umat Muslim. Selain itu, pembelajaran ini menjadi pengingat bahwa kematian adalah kepastian bagi setiap manusia, sehingga memahami tata cara pengurusan jenazah merupakan bekal berharga yang harus dikuasai.

Beri Komentar